Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

16. Jumlah Ghairu Mufidah

جُمْلَة غَيْرُ مُفِيْدَة
JUMLAH GHAIRU MUFIDAH (KALIMAT TIDAK SEMPURNA)


Dalam Tata Bahasa Arab, rangkaian kata-kata yang membentuk kalimat terbagi dalam dua kelompok besar:
1) JUMLAH MUFIDAH (جُمْلَة مُفِيْدَة) atau Kalimat Sempurna adalah suatu kalimat yang mengandung asumsi yang terang dan utuh.
2) JUMLAH GHAIRU MUFIDAH (جُمْلَة غَيْرُ مُفِيْدَة) atau Kalimat Tidak Sempurna yaitu kalimat yang maksudnya belum jelas dan utuh.

Marilah kita pelajari Jumlah Ghairu Mufidah terlebih dahulu. Ada berbagai macam susunan kata atau kalimat yang ialah Jumlah Ghairu Mufidah, yaitu:

1) SHIFAT-MAUSHUF (صِفَة وَمَوْصُوْف) atau Sifat dan Yang Disifati, biasa pula dinamakan NA'AT-MAN'UT (نَعْت وَمَنْعُوْت) yang artinya sama.

Kata yang pertama dinamakan MAUSHUF atau MAN'UT (Yang Disifati) sedangkan kata berikutnya yaitu sifatnya (SHIFAT atau NA'AT).

Maushuf dan Shifatnya mesti sama dalam hal Mudzakkar/ Muannats, Mufrad/ Mutsanna/ Jamak, atau Nakirah/ Ma'rifah. Jadi jika Maushuf dalam bentuk Mudzakkar, Mutsanna dan Ma'rifah contohnya, maka Shifatnya pun mesti dalam bentuk Mudzakkar, Mutsanna, Ma'rifah.

Perhatikan pola-acuan berikut ini:

كِتَابٌ جَدِيْدٌ (=rumah gres)
كِتَابَانِ جَدِيْدَانِ (=dua kitab gres)
كُتُبٌ جَدِيْدَةٌ (=dua kitab gres)
مَجَلَّةٌ جَدِيْدَةٌ (=majalah gres)
مَجَلَّتَانِ جَدِيْدَتَانِ (=dua majalah gres)
مَجَلاَّتٌ جَدِيْدَاتٌ (=majalah baru)
الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ (=Masjidilharam)
الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ (=Al-Quranul Karim)

2) MUDHAF-MUDHAF ILAIH (مُضَاف وَمُضَاف إِلَيْهِ).

Kata yang pertama dinamakan Mudhaf (lazimnya Nakirah), sedang kata selanjutnya dinamakan Mudhaf Ilaih (lazimnya Ma'rifah). Rangkaian Mudhaf-Mudhaf Ilaih itu sendiri sebagai satu kesatuan, merupakan Isim Ma'rifah. Antara Mudhaf dan Mudhaf Ilaih tidak harus sama dalam hal Mudzakkar/Muannats atau Mufrad/Mutsanna/Jamak.

Perhatikan acuan-contoh di bawah ini:

كِتَابُ الْمُدَرِّسِ (=buku guru itu)
كِتَابَا الْمُدَرِّسِ (=dua buku guru itu)
كُتُبُ الْمُدَرِّسِ (=buku-buku guru itu)
كِتَابُ/كِتَابَا/كُتُبُ (=buku) yaitu Mudhaf, الْمُدَرِّس (=guru) adalah Mudhaf Ilaih

اِبْنَةُ عَلِيٍّ (=puterinya Ali)
بِنْتَا عَلِيٍّ (=dua puteri Ali),
بَنَاتُ عَلِيٍّ (=puteri-puteri Ali)
اِبْنَةُ/بِنْتَا/بَنَاتُ (=puteri) ialah Mudhaf, عَلِيّ (=Ali) adalah Mudhaf Ilaih

Dari kedua contoh-acuan di atas tampakbahwa Mudhaf dalam kondisi Nakirah sedangkan Mudhaf Ilaih yaitu Isim Ma'rifah. Dan Mudhaf Ilaih tidak harus mengikuti bentuk Mudhaf dalam hal Mufrad, Mutsanna, Jamak ataupun Mudzakkar dan Muannats.

Pada pola di atas terlihat pula bahwa jika Mudhaf ialah Isim Mutsanna (Dual) maka aksara Nun Kasrah (نِ) di selesai katanya dihilangkan. Perhatikan lagi dua kalimat di atas:
كِتَابَا الْمُدَرِّسِ (=dua buku guru itu) ---> كِتَابَا dari kata كِتَابَانِ
بِنْتَا عَلِيٍّ (=dua puteri Ali) ---> بِنْتَا dari kata بِنْتَانِ

Meskipun panjang dan berisikan banyak kata, baik kalimat Shifat-Maushuf maupun Mudhaf-Mudhaf Ilaih, tetaplah dianggap selaku Jumlah Ghairu Mufidah (Kalimat Tidak Sempurna).

Perhatikan teladan kalimat-kalimat di bawah ini:

مِفْتَاحُ الْبَيْتِ (=kunci rumah)
بَيْتُ الْمُدَرِّسِ (=rumah guru/pengajar)
مُدَرِّسُ الْجَامِعَةِ (=dosen universitas)
مِفْتَاحُ بَيْتِ الْمُدَرِّسِ (=kunci rumah dosen)
بَيْتُ مُدَرِّسِ الْجَامِعَةِ (=rumah dosen universitas)
مِفْتَاحُ بَيْتِ مُدَرِّسِ الْجَامِعَةِ (=kunci rumah dosen universitas)

Semua kalimat di atas merupakan Mudhaf-Mudhaf Ilaih jadi termasuk Jumlah Ghairu Mufidah (Kalimat Tidak Sempurna). Kata pertama dari setiap kalimat tersebut bertindak selaku Mudhaf sedangkan semua kata-kata di belakangnya yakni Mudhaf Ilaih (ditandai dengan baris huruf akibatnya yang semuanya Kasrah).

Posting Komentar untuk "16. Jumlah Ghairu Mufidah"