17. Jumlah Mufidah
جُمْلَة مُفِيْدَة
JUMLAH MUFIDAH (KALIMAT SEMPURNA)
JUMLAH MUFIDAH (KALIMAT SEMPURNA)
Jumlah Mufidah atau Kalimat Sempurna, mampu dikelompokkan dalam dua golongan besar yakni:
1) JUMLAH ISMIYYAH (جُمْلَة اِسْمِيَّة) atau Kalimat Nominal
2) JUMLAH FI'LIYYAH (جُمْلَة فِعْلِيَّة) atau Kalimat Verbal
1) JUMLAH ISMIYYAH (جُمْلَة اِسْمِيَّة) atau Kalimat Nominal yakni kalimat yang dimulai dengan Isim atau Kata Benda.
Sebuah Jumlah Ismiyyah mesti berisikan dua bagian ialah:
- MUBTADA' (مُبْتَدَأ) atau Permulaan Kalimat atau Pokok Kalimat; lazimnya ialah Isim Ma'rifah.
- KHABAR (خَبَر) atau Keterangan yakni klarifikasi tentang kondisi Mubtada'; umumnya merupakan Isim Nakirah.
Ditinjau dari sisi Khabar, ada tiga macam Jumlah Ismiyyah. Contoh:
1. عُمَرُ مُدَرِّسٌ (=Umar seorang pengajar)
2. عُمَرُ يَدْرُسُ (=Umar sedang mengajar)
3. عُمَرُ فِيْ الْمَدْرَسَةِ (=Umar di sekolah)
Ketiga kalimat di atas merupakan Jumlah Ismiyyah dengan Isim عُمَرُ (=Umar) sebagai Mubtada'. Sedangkan sebagai Khabar yaitu:
- مُدَرِّسٌ (=guru) yang ialah Isim (Nakirah).
- يَدْرُسُ (=mengajar) yang ialah Fi'il (Kata Kerja).
- فِيْ الْمَدْرَسَةِ (=di sekolah) yang ialah SYIBHUL JUMLAH (شِبْهُ الْجُمْلَةِ) atau serupa kalimat ialah kalimat yang diawali dengan Harf (Kata Tugas) atau Zharf (Kata Keterangan).
Meskipun Mubtada' pada umumnya terletak sebelum Khabar, tetapi kadang-kadang bisa saja sebaliknya, Khabar mendahului Mubtada'. Contoh:
- الْحَمْدُ لِلّهِ (=Segala pujian untuk Allah) yaitu Jumlah Ismiyyah dimana الْحَمْدُ (=segala pujian) ialah Mubtada' dan للهِ (=untuk Allah) ialah Khabar.
- لِلّهِ الْحَمْدُ (=Untuk Allah segala kebanggaan) dimana لِلّهِ (=untuk Allah) dinamakan KHABAR MUQADDAM (خَبَر مُقَدَّم) atau Khabar yang dimajukan sedangkan الْحَمْدُ(= segala pujian) dinamakan MUBTADA' MUAKHKHAR (مُبْتَدَأ مُؤَخَّر) atau Mubtada' yang diakhirkan.
Demikian Jumlah Ismiyyah. Sekarang kita melangkah ke Jumlah Mufidah jenis kedua.
2) JUMLAH FI'LIYYAH (جُمْلَة فِعْلِيَّة) atau Kalimat Verbal yaitu kalimat yang diawali dengan Fi'il atau Kata Kerja.
Pada umumnya, Jumlah Fi'liyyah tersusun dari dua bagian:
1. Fi'il (Kata Kerja)
2. Fa'il (Pelaku) atau Naib Fa'il (Pengganti Pelaku)
Perhatikan dua contoh di bawah ini:
- جَاءَ مُحَمَّدٌ (=Muhammad sudah tiba)
- أُرْسِلَ مُحَمَّدٌ (=Telah diutus Muhammad)
Posting Komentar untuk "17. Jumlah Mufidah"