Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

24. Isim Manshub

اِسْم مَنْصُوْب
ISIM MANSHUB


Isim yang terkena I'rab Nashab disebut Isim Manshub. Yang menjadi Isim Manshub adalah semua Isim selain Fa'il atau Naib al-Fa'il dalam Jumlah Fi'liyyah.

1) MAF'UL (مَفْعُوْل) yaitu Isim yang dikenai pekerjaan (Objek Penderita).

قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ = Muhammad membaca al-Alquran

القُرْآنَ (= al-Quran) --> Maf'ul --> Manshub dengan tanda fathah.

2) MASHDAR ( مَصْدَر ) ialah Isim yang memiliki makna Fi'il dan berfungsi untuk menerangkan atau memastikan (menguatkan) arti dari Fi'il.

قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ تَرْتِيْلاً = Muhammad membaca al-Quran dengan tartil (perlahan-lahan)

تَرْتِيْلاً (= perlahan-lahan) --> Mashdar --> Manshub dengan tanda fathah.

3) HAL ( حَال ) yakni Isim yang berfungsi untuk menjelaskan keadaan Fa'il atau Maf'ul dikala berlangsungnya pekerjaan.

قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ خَاشِعًا = Muhammad membaca al-Quran dengan khusyu'

خَاشِعًا (= orang yang khusyu') --> Hal --> Manshub dengan tanda fathah.

4) TAMYIZ ( تَمْيِيْز ) yaitu Isim yang berfungsi membuktikan maksud dari Fi'il dalam keterkaitannya dengan kondisi Fa'il atau Maf'ul.

قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ عِبَادَةً = Muhammad membaca al-Quran sebagai sebuah ibadah

عِبَادَةً (= ibadah) --> Tamyiz --> Manshub dengan tanda fathah.

5) ZHARAF ZAMAN (ظَرْف زَمَان) atau Keterangan Waktu dan ZHARAF MAKAN (ظَرْف مَكَان) atau Keterangan Tempat.

قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ لَيْلاً = Muhammad membaca al-Alquran pada suatu malam

لَيْلاً (= malam) --> Zharaf Zaman --> Manshub dengan tanda fathah.

Diantara Zharaf Zaman: يَوْمَ (=pada hari), اَلْيَوْمَ (=pada hari ini), لَيْلاً (=pada malam hari), نَهَارًا (=pada siang hari), صَبَاحًا (=pada pagi hari), مَسَاءً (=pada sore hari), غَدًا (=besok), اْلآنَ (=kini), dan sebagainya.

Diantara Zharaf Makan: أَمَامَ (=di depan), خَلْفَ (=di belakang), وَرَاءَ (=di balik), فَوْقَ (=di atas), تَحْتَ (=di bawah), عِنْدَ (=di sisi), حَوْلَ (=di sekeliling ), بَيْنَ (=di antara), جَانِبَ (=di sebelah), dan sebagainya.

6) Mudhaf yang berfungsi selaku MUNADA (مُنَادَى) atau Seruan/Panggilan.
رَسُوْلُ اللهِ (=Rasul Allah) ialah Mudhaf-Mudhaf Ilaih, bila berfungsi sebagai Munada, maka kata رَسُوْل (=Rasul) sebagai Mudhaf menjadi Manshub.

يَا رَسُوْلَ اللهِ = Wahai Rasul Allah

Sedangkan bila Munada itu ialah Isim Mufrad yang bukan merupakan Mudhaf-Mudhaf Ilaih, maka Isim tersebut tetap dalam bentuk Marfu'. Contoh:

يَا مُحَمَّدُ = Wahai Muhammad

7) MUSTATSNA ( مُسْتَثْنَى ) atau Perkecualian yakni Isim yang terletak sesudah ISTITSNA (اِسْتِثْنَى ) atau Pengecuali. Contoh:

حَضَرَ الطُّلاَّبُ إِلاَّ زَيْدًا = para siswa telah hadir kecuali Zaid

إِلاَّ (=kecuali) --> Istitsna (Pengecuali).
زَيْدًا (=Zaid) --> Mustatsna (Perkecualian) --> Manshub dengan tanda Fathah

Kata-kata yang biasa menjadi Istitsna antara lain:
إِلاَّ - غَيْرَ - سِوَى - خَلاَ - عَدَا - حِشَا
Semuanya umumditerjemahkan: kecuali, selain.

Isim yang berkedudukan sebagai Mustatsna tidak senantiasa mesti Manshub. Mustatsna bisa menjadi Marfu' dalam kondisi selaku berikut:

a) Bila berada dalam Kalimat Negatif dan Subjek yang dikecualikan darinya disebutkan. Maka Mustatsna boleh Manshub dan boleh Marfu'. Contoh:

مَا قَامَ الطُّلاَّبُ إِلاَّ زَيْدًا = para siswa tidak bangun kecuali Zaid
مَا قَامَ الطُّلاَّبُ إِلاَّ زَيْدٌ = para siswa tidak bangkit kecuali Zaid

Kalimat di atas ialah Kalimat Negatif (ada kata: tidak) dan disebutkan Subjek yang dikecualikan darinya yakni الطُّلاَّبُ (=para siswa) maka Mustatsna boleh Manshub dan boleh pula Marfu' (زَيْدًا atau زَيْدٌ).

b) Bila Mustatsna berada dalam kalimat Negatif dan Subjek yang dikecualikan darinya tidak disebutkan sedangkan Mustatsna itu berkedudukan sebagai Fa'il maka beliau mesti mengikuti kaidah I'rab yaitu menjadi Marfu'. Contoh:

مَا قَامَ إِلاَّ زَيْدٌ = tidak berdiri kecuali Zaid

Mustatsna menjadi Marfu' alasannya berkedudukan sebagai Fa'il (زَيْدٌ) dan berada dalam Kalimat Negatif yang tidak disebutkan Subjek yang dikecualikan darinya.

Posting Komentar untuk "24. Isim Manshub"