25. Isim Majrur
اِسْم مَجْرُوْر
ISIM MAJRUR
ISIM MAJRUR
Isim yang terkena I'rab Jarr disebut Isim Majrur yang berisikan:
1) Isim yang diawali dengan Harf Jarr. Yang tergolong Harf Jarr yakni: بِ (=dengan), لِ (=untuk), فِيْ (=di, dalam), عَلَى (=atas), إِلَى (=ke), مِنْ (=dari), كَـ (=bagai), حَتَّى (=hingga), وَ / تَـ untuk sumpah (=demi ...).
Perhatikan contoh-contoh berikut:
أَعُوْذُ بِاللهِ = saya berlindung kepada Allah
أُصَلِّيْ فِي الْمَسْجِدِ = aku shalat di masjid
وَالْعَصْرِ = demi kala!
الله / الْمَسْجِد/ الْعَصْر pada kalimat-kalimat di atas ialah Isim Majrur sebab didahului/dimasuki oleh Harf Jarr. Tanda Majrurnya adalah Kasrah.
2) Termasuk dalam Mudhaf Ilaih yakni Isim yang mengikuti Zharaf.
يَجْلِسُوْنَ أَمَامَ الْبَيْتِ = mereka duduk-duduk di depan rumah
أَقُوْمُ تَحْتَ الشَّجَرَةِ = saya bangun di bawah pohon
Dalam teladan di atas, Isim الْبَيْتِ (=rumah) dan Isim الشَّجَرَةِ (=pohon) yaitu Isim Majrur dengan tanda Kasrah sebab terletak setelah Zharaf أَمَامَ (=di depan) dan تَحْتَ (=di bawah). Dalam hal ini, kedua Zharaf tersebut ialah Mudhaf sedang Isim yang mengikutinya ialah Mudhaf Ilaih.
3) Isim yang berkedudukan sebagai Mudhaf Ilaih. Contoh:
رَسُوْلُ اللهِ (=Rasul Allah) --> رَسُوْلُ [Mudhaf], اللهِ [Mudhaf Ilaih]
أَهْلُ الْكِتَابِ (=ahlul kitab) --> أَهْلُ [Mudhaf], الْكِتَابِ [Mudhaf Ilaih]
Mudhaf Ilaih selalu sebagai Isim Majrur, sedangkan Mudhaf (Isim di depannya) mampu dalam bentuk Marfu', Manshub maupun Majrur, tergantung kedudukannya dalam kalimat. Perhatikan contoh-pola kalimat di bawah ini:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ = berkata Rasul Allah
أُحِبُّ رَسُوْلَ اللهِ = saya mengasihi Rasul Allah
نُؤْمِنُ بِرَسُوْلِ اللهِ = kami beriman terhadap Rasul Allah
Dalam teladan-pola di atas, Isim رَسُوْل merupakan Mudhaf dan bentuknya mampu Marfu' (pola pertama), Manshub (contoh kedua) maupun Majrur (acuan ketiga). Adapun kata الله selaku Mudhaf Ilaih senantiasa dalam bentuk Majrur.
Catatan Penting: Bila Mudhaf berbentukIsim Mutsanna atau Jamak Mudzakkar Salim maka aksara Nun di akibatnya dihilangkan.
Posting Komentar untuk "25. Isim Majrur"