Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Latihan Irab: Menasehati Pemimpin

أحب الناس إلي من رفع إلي عيوبي

أحب (lebih dicintai) الناس (manusia) إلي (bagiku) من (siapa yang) رفع (mengangkat) إلي (kepadaku) عيوبي (aib-aibku).

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَيَّ مَنْ رَفَعَ إِلَيَّ عُيُوْبِيْ

"Orang yang lebih saya sukai yakni orang yang melaporkan (menyampaikan) kepadaku malu-aibku" [Umar bin Khattab]

  • Isim (Kata Benda) أحب (=yang lebih dicintai) yaitu Isim Tafdhil (bentuk "lebih" atau "paling") dari Isim Mubalaghah (bentuk penyangatan) حَبِيْبٌ (=yang sungguh dicintai).
  • Isim أحبّ yaitu Isim Marfu' (mengalami I'rab Rafa') dengan tanda Dhammah (bunyi vokal "u" pada aksara terakhirnya), alasannya adalah Isim ini berkedudukan selaku Mubtada' (Subjek/Pokok Kalimat) dalam Jumlah Ismiyyah (Kalimat Sempurna yang dimulai dengan Isim).
  • Isim Ma'rifah (Tertentu) الناس (=manusia) yaitu Isim Majrur (mengalami I'rab Jarr) dengan tanda Kasrah (bunyi vokal "I" pada aksara terakhirnya), sebab Isim ini ialah Mudhaf Ilaih (kata yang disandari) oleh Mudhaf أحبّ.
  • Isim عيوب (=malu-malu) ialah Isim Jamak (berjumlah lebih dari dua) dari Isim Mufrad (Tunggal) عيب (=malu).

Pelajari lebih lanjut istilah-ungkapan Nahwu tersebut dari Daftar Isi Qawaid di lajur kanan situs web ini.

Posting Komentar untuk "Latihan Irab: Menasehati Pemimpin"