Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kalimah Isim, Kalimah Fi'il, dan Kalimah Huruf

Kalimah Isim, Kalimah Fi'il, dan Kalimah Huruf

Dalam bahasa Arab, kata diistilahkan dengan kalimah. Sedangkan kalimat disebut sebagai kalam. Ada 3 macam kalimah dalam bahasa Arab, yaitu kalimah isim, kalimah fi'il, dan kalimah huruf.

1. Kalimah isim

Kalimah isim adalah kata benda seperti : حَجَرٌ ,مَرْيَمٌ, dan مُوسَى. Atau juga bisa berupa kata kerja yang tidak terikat dengan waktu, seperti : الصّومُ وَاجِبٌ (puasa itu wajib).

Dalam bahasa Arab, isim terbagi menjadi dua (berdasarkan jenisnya), yaitu isim mudzakkar dan isim muannats.

Isim mudzakkar adalah isim yang menunjukkan jenis laki-laki, bisa berupa nama orang, seperti : يَحيَى, خَالِد, dan سُلَيمَان. Atau nama benda yang tidak diakhiri dengan ta' marbuthoh (ة), seperti : بَاب, قَلَم, dan عِلْم. Sedangkan isim muannats adalah isim yang menunjukkan jenis perempuan, bisa berupa nama seseorang atau nama benda yang berakhiran dengan ta' marbuthoh, contohnya : فَاطِمَة, لَطِيفَة dan سَاعَة.

Baca juga : Unsur Kalam dalam Bahasa Arab

Adapun kegunaan mengetahui perbedaan isim mudzakkar dan isim muannats ini adalah supaya kita dapat menggunakan kata tunjuk yang sesuai. Misal kata tunjuk "ini" dan yang bermakna "itu", maka penggunaan dalam kalimat itu berbeda kaitannya dengan mudzakkar dan muannats.

Kata tunjuk "ini" untuk mudzakkar menggunakan lafadz هَذَا, contohnya : هَذَا قَلَمٌ (ini pena), هَذَا كِتَابٌ (ini kitab), dan lain-lain. Sedangkan untuk muannats menggunakan kata tunjuk berupa lafadz هَذِهِ, contohnya : هَذِهِ فاطِمَةٌ (ini Fathimah), هَذِهِ شَجَرَةٌ (ini pohon), dan sebagainya.

Dan untuk kata tunjuk "itu" yang digunakan untuk mudzakkar berupa lafadz ذَلِكَ, jika hendak menunjukkan muannats maka menggunakan lafadz تِلْكَ.

Kita dapat mengetahui suatu lafadz itu kalimah isim dengan melihat tanda-tandanya. Tanda kalimah isim adalah :

  • Berakhiran tanwin.
  • Berawalan alif+lam ().
  • Dimasuki huruf jer/khofadh.
  • Menunjukkan makna benda.

2. Kalimah Fi'il

Kalimah fi'il adalah kata yang menunjukkan suatu pekerjaan dan disertai oleh waktu. Contoh : جَلَسَ (telah duduk), يَجْلِسُ (sedang/akan duduk), إِجْلِسْ (duduklah).

Dalam bahasa Arab, kalimah fi'il dibagi menjadi 3 macam, yaitu fi'il madhi, fi'il mudhari', dan fi'il amar.

Fi'il madhi adalah kata kerja untuk masa lampau, ditandai dengan harakat fathah pada akhir katanya. Seperti : قَامَ, وَقَعَ, نَصَرَ, dan lain sebagainya. Jika untuk muannats maka tinggal menambahkan ta' ta'nits, menjadi قَامَتْ, وَقَعَتْ, نَصَرتْ, dan lain sebagainya.

Fi'il mudhari' adalah kata kerja untuk masa sekarang atau masa yang akan datang, dan tandanya adalah di awali dengan salah satu huruf mudhoro'ah, yaitu hamzah, nun, ya' dan ta' (disingkat أَنَيْتُ). Di antara ciri-cirinya adalah dibaca dhammah harakat akhirnya, contoh : يَقُوْمُ, يَقَعُ, يَنْصُرُ, dan lainnya. Jika ingin menunjukkan makna muannats maka ditambahkan ta' pada awal katanya, menjadi تَقُومُ, تَقَعُ, dan تَنْصُرُ.

Adapun fi'il amar adalah kata kerja yang menunjukkan makna perintah, salah satu cirinya yaitu dibaca sukun huruf akhirnya. Contohnya : قُمْ (berdirilah), أُنْصُرْ (tolonglah), dan sebagainya.

3. Kalimah Huruf

Kalimah huruf adalah kata yang tidak daoat berdiri sendiri, dan tidak memiliki makna secara jelas kecuali disambung dengan kata lainnya. Cirinya adalah tidak menerima tanda kalimah isim dan fi'il.

Contohnya : مِنْ (huruf jer), maka min (مِنْ) itu memiliki arti sesuai dengan kedudukannya di dalam suatu kalimat. Kadang berarti "dari", kadang bisa bermakna "sebagian", terkadang juga bisa bermakna "berupa".

Itulah yang dimaksud dengan pernyataan bahwa kalimah huruf akan memiliki makna yang sempurna apabila ia disambung dengan kata lainnya dalam suatu kalimat.

Posting Komentar untuk "Kalimah Isim, Kalimah Fi'il, dan Kalimah Huruf"